HUKUM HUTANG (KARTU KREDIT) DALAM ISLAM

Utang merupakan amanah yang harus ditunaikan sebagaimana firman Allah swt,”Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha melihat.” (QS. An Nisaa : 58)

Adapun dalil Hadits adalah dari Adi Dzar yang mengatakan,”Aku bersama Nabi saw dan tatkala aku diperlihatkan Uhud, beliau saw bersabda,”Aku tidak ingin Uhud ini dirubah dengan emas serta masih ada padaku diatas tiga dinar kecuali satu dinar yang aku simpan untuk melunasi utangku.” (HR. Bukhori)

Islam meminta kepada orang yang berhutang dan memiliki kesanggupan membayar agar segera melunasinya hingga waktu yang telah disepakati pembayarannya karena penangguhan dalam hal ini adalah kezaliman sebagaimana hadits Rasulullah saw : “Penangguhan pembayaran hutang bagi orang yang mampu membayarnya adalah kezaliman. “ (HR. Bukhori)

Penangguhan diperbolehkan jika orang yang berhutang tidak memiliki kesanggupan melunasinya sebagaimana firman Allah swt : “Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia lapang. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua hutang) itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al Baqoroh : 280)

Jika anda sudah berusaha keras untuk melunasi utang kepada pihak yang memberikan utang (bank) namun terus menemui jalan buntu, terlebih lagi anda sudah pastikan bahwa catatan utang anda di bank tersebut sudah terhapus maka anda dapat melunasinya dengan cara mensedekahkannya dengan memisahkan antara utang pokok dan bunga yang ada pada utang anda (jika anda mengetahuinya).

Untuk utang pokoknya anda bisa sedekahkan ke tampat-tempat kebaikan, seperti : masjid, pesantren, anak yatim, fakir miskin dan lainnya. Hal itu dikarenakan pada hakekatnya harta yang ada pada manusia adalah milik Allah swt, sebagaimana firman-Nya,”Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah (sebagian) dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman diantara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” (QS. Al Hadid : 7)

Adapun bunga yang ada pada utang anda adalah harta yang diharamkan Allah swt maka tidak bisa disedekahkan ke tempat-tempat kebaikan seperti diatas, sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairoh bahwa Rasulullah saw bersabda,”Wahai manusia sesungguhnya Allah swt baik, Dia tidak menerima kecuali yang baik-baik. Dan sesungguhnya Allah swt telah memerintahkan orang-orang beriman yang mana juga telah diperintahkan kepada para Rasul dengan firman-Nya,”Wahai para Rasul makanlah oleh kalian yang baik-baik dan beramal sholehlah. Sesungguhnya Aku Mengetahui apa-apa yang kamu lakukan.” Dan firman-Nya,”Wahai orang-orang yang beriman makanlah yang baik-baik dari apa-apa yang telah Kami rezekikan kepadamu.’… (HR. Muslim).

Dari para ulama, termasuk Syeikh Yusuf al Qorodhowi, berpendapat bahwa bunga bank itu bukanlah milik si penabung juga bukan milik bank namun milik umum. Jadi bunga itu haruslah diberikan untuk kepentingan-kepentingan masyarakat umum, seperti : pembangunan MCK, perbaikan sarana-sarana umum di sekitar rumah anda, keindahan taman umum, atau yang lainnya.

Tekad (niat) anda untuk membayar hutang mudah-mudahan menjadi bukti kesungguhan anda sehingga akan mendatangkan pertolongan dari Allah swt kepada anda termasuk pelunasan hutang anda kepada pihak bank.

Rasulullah saw bersabda : “Barangsiapa mengambil harta manusia dan ingin membayarnya, maka Allah akan (menolong) untuk membayarnya; dan barangsiapa mengambilnya dan ingin membinasakannya maka Allah akan (menolong) untuk membinasakannya.” (HR. Bukhori)

Ibnu Hajar dalam menjelaskan hadits diatas didalam bukunya “Fathul Bari” mengatakan : “Apabila seorang berniat untuk membayar dengan apa yang akan dianugerahkan Allah kepadanya, maka hadits tersebut telah menyatakan bahwa Allah akan menolongnya untuk membayar hutangnya baik dibukakan rezeki kepadanya di dunia atau Dia menanggungnya di aktherat.” (Fathul Bari juz V hal. 62)1

http://syariah.eramuslim.com/indexx.php?view=_konsultasikeluarga

im confused


bingung rasanya.

aku bingung ya allah, rasa ingin mengakhiri kerjaku ini, ingin pindah ketempat lain yg lebih baik dr ini. tp satu hal yg ga bisa aku dapati di tempa laen (kebebasan). tp kali ini aku tidak merasa nyaman disini. setelah kepemimpinan supervisor yg baru ini (orang padang) rasanya sangat tidak nyaman disini.

aku ingin keluar dr tmpt ku bekerja sekarang ini, tuhan tolong aku, aku bingung. di satu sisi aku ingin sekolah lagi selain kuliah yg aku jalani ini. aku ingin minta ijin untuk sekolah tp aku bingung ngomongnya. soalnya supervisor ku orangnya tidak asik. terlalu posesif sama bawahannya. dan bisa dibilang pelit. pelit segala-galanya.

tolong aku ya allah….berikan pencerahan atas ini semua. aku lelah rasanya. aku harus bagaimana dengan ini semua. sedang diriku tak mampu jika hanya sekolah saja tanpa bekerja. aku ini anak pertama dan aku harus memberikan yg terbaik tuk orangtua ku. aku merasa sudah tidak pantas lagi ngerepotin mereka

jika memang disini bukan rezky ku maka berikanlah rezky yg lebih baik dr yg ini untuk ku. ringankan lah ya allah jalan hidupku ini. beri aku yg terbaik ya allah. berikanlah……

kamera ku suka

kapan ya gw bisa beli kamera kaya gini….ImageImage    Image

dulu gw pengen sekolah photografi tp ga boleh sama orang tua,

padahalkan gw suka banget photografi dan seni. tapi ga apa2 lah biarpun ga punya kamera ini gw tetep bisa bermain dengan gambar…

gantikan rasa rindu untuk dia dengan rasa rindu dan cinta untuk Nabi SAW, ya allah

ya allah, mengapa rasa ini tak kunjung hilang dan habis dari hatiku. sudah 3th lamanya sejak kepergiannya saat itu. sudah berganti 3orang yang berikutnya. tapi rasa ini masih tetap ada dan tak bisa hilang.

selang setahun dari kepergiannya, aku tak kunjung bersama siapapun. aku tetap sendiri. tapi selama kesendirianku itu aku dekat dengan kawan lamaku sewaktu diSMA dulu. setelah berjalannya waktu dan kedekatanku dengan kawanku itu. akhirnya aku bersamanya. tapi hanya berjalan 3bulan. dan perjalanan kisahku bersamanya tak seindah sewaktu aku bersama yg dulu. dan selama aku bersamanya aku menorehkan luka dihatiku sendiri yg mungkin lebih parah dari luka bakar. lanjut cerita, selang 2bulan kemudian aku dekat dan jadi sama sahabatnya tapi sayang hanya berjalan 4hari karena aku ga sepenuh hati. tapi setelah itu aku balik lagi dengan dia tapi lagi2 hanya sesaat, cuma 1minggu.  kemudian aku dekat dengan sahabatnya yg satu lagi. selang 3bulan kemudian aku jadi dengan dia. tapi lagi2 disayangkan, hubungan ku hanya 1bulan. setelah melalui itu semua, tersadar aku bahwa ternyata aku sudah memacari 3orang sahabat yg notabennya adalah kawan aku sendiri sewaktu di SMA. astagfirullah….

setelah itu aku sadari betapa hidupku ga guna, hanya bercinta dg dia atau dia. buang2 waktu, padahal umurku sudah segini. anak2 seusiaku diumur segini itu sudah pada nikah dan punya anak tapi aku masih harus berpetualang. sungguh malangnya nasibku ini ya allah. dan akhirnya aku putuskan untuk sendiri dan menyudahi petualangan ini. walau aku harus merasa sepi ditengah keramaian tapi aku yakin aku mampu melewati ini.

akhirnya aku putuskan untuk melanjutkan sekolahku. aku kuliah di salah satu universitas islam swasta dibilangan jakarta selatan. aku menikmati hari2ku dengan segala kesibukan antara bekerja dan kuliah. aku sengaja ambil jurusan agama islam dan bersekolah di kampus islam agar mampu menjadi pribadi muslim yang lebih baik lagi dan mampu memperbaiki keburukanku.

seiring waktu berjalan, dia yg telah lama pergi dariku selama kurang lebih 3th. hadir lagi tapi bukan dalam ranah cinta. dia sempat tlp aku dan mengabarkan bahwa dirinya sedang berada di bekasi. *kilas cerita* (dulu saat aku bersamanya, dia memutuskan hubungan kita dengan alsan ingin fokus dengan diri sendiri dan karirnya dulu, aku bilang “katanya ga mau nyia-nyiain aku, kenapa kamu putusin aku padahl aku bisa ikutin kamu apa mau kamu dan jalan kamu” dia bilang ” aku ga nyia-nyiain kamu aku cuma mau fokus sendiri dulu”. (dulu saat kita masih adem2nya dia sempat mengucap kata “aku mau jadi PNS”). dan akhirnya kita putus, karena aku pun tak sanggup menghalanginya lagi). akhir th 2010 kalo gasalah aku denger kabar dari tmnnya bahwa dia sekarang di manado jd PNS. dia tlp aku saat itu, dia sedang berlibur kerumahnya dibekasi. dia tlp aku dan ingin bertemu denganku tapi sayang waktuku tak ada. selang beberapa bulan lagi diapun menelepon ku tapi lagi2 sayang waktunya tak ada.

dia itu fany febrianto. menurutku simanis dari bekasi 🙂

dia yg sudah memberikan aku banyak pelajaran berharga tentang hidup dan juga telah meninggalkan luka dan harapan. kini dia hadir dengan apa yg sudah dia ucapkan waktu itu. keinginannya untuk jdai PNS terwujud. salut aku dengan dia. dia lah yg memotifasi aku tuk berjuang meraih mimpi dan memperjuangkan keinginanku 🙂

tapi tapi satu hal yg aku sedihi, sudah sekian lelaki bersamaku setelah dia pergi tp rasa ku terhadap dia tetap ada dan tidak luntur sedikitpun, sedih rasanya lihat keadaan aku ini.

aku terus menyimpan rasa untuknya dan merindukannya. itu hal yg sia-sia menurutku karena dia sudah jauh disana dan entah apa aku dan dia bisa bertemu lagi atau tidak.

ya allah sungguh Engkau maha tahu tentang isi hatiku dan akupun tau Engkau maha tau yg terbaik untukku. aku mohon buang jauh2 rasa ini dari hatiku dan hilangkan dari hatiku ini ya allah. karena untuk menyampaikannyapun aku tak sanggup itu terlalu berresiko bagiku. lagi pula aku tau dia takkan peduli dengan ini.

ku sedih ya allah, kenapa rasa itu begitu besar dan tak hilang sedikitpun. sedangkan rasa untuk mencinta dan merindu Rasul-Mu aku tak punya sebesar itu.

aku malu ya allah..

ini foto terakh…

ini foto terakhir bersama nimas selama bekerja di GRP dia udh resign dr sini, soalnya ibunya dia udah sakit2an parah jd dia ga bisa ninggalin ibunya, jadi pulang ke bogor dan ga kerja di sini lgi.

Imagedh  sedih juga ya…

semoga ibunya di beri ketabahan n kesabaran menghadapi penyakitnya. dan keluarganya pun tabah menerima kenyataan ini.

sampai jumpa kawan 🙂