Ulama berbeda pendapat tentang batalnya wudhu karena menyentuh dengan tangan atau anggota tubuh lainnya.

Sebagian ulama menyatakan bahwa menyentuh atau meraba wanita secara langsung tanpa pelapis, itu membatalkan wudhu. Demikian juga halnya mencium terlepas dari merasakan atau tidak, karena mencium menurut mereka termasuk sentuhan juga.

Pendapat ini dikemukakan oleh syafi’i dan pengikut-pengikutnya. Tetapi, dalam hal ini ia tidak konsisten dengan pendapat di atas. Suatu ketika ia membedakan antara penyentuh dengan yang disentuh. Menurutnya, penyentuh batal wudhunya, sedangkan yang disentuh tidak batal. Pada waktu lain, syafi’i tidak membedakan antara penyentuh dan yang disentuh. Maksudnya, pokoknya menyentuh itu sudah membatalkan wudhu. Pada waktu lain lagi, syafi;i membedakan antara wanita yang haram dikawini (mahram) dan selain mahram. Ia menyatakan bahwa menyentuh istri itu tidak membatalkan wudhu, sedangkan menyentuh mahram tidak batal. Terkadang ia tidak membedakan antara mahram dan bukan mahram.

Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa jika persentuhan itu menimbulkan kenikmatan, maka itu membatalkan wudhu. Dalam hal ini tidak dipertimbangkan apakah persentuhan itu menggunakan pelapis atau tidak, juga tidak menyebutkan anggota tubuh tertentu. Sedangkan ciuman menurut mereka walaupun tanpa syahwat sudah membatalkan wudhu.

Pendapat ini dikemukakan oleh Malik dan mayoritas pengikutnya.

Menurut Abu Hanifah, menyentuh wanita itu tidak membatalkan wudhu.

Di antara tiga pendapat di atas juga termasuk pendapat para sahabat, kecuali syarat kenikmatan dalam persentuhan itu.

Sebab perselisihan mereka dalam masalah ini adalah kata lams dalam bahasa arab mempunyai arti ganda (isytirak), yakni menyentuh dengan tangan dan bersetubuh (jimak) dalam memahami firman Allah swt :

اَوْلَمَسْتُمُ النِّسَآءَ

“Atau kamu menyentuh wanita…” (QS.Al Maidah 6)

Sebagian ulama berpendapat bahwa kata lamasa berarti menyentuh dengan tangan. Pendapat ini menggunakan kaidah kata umum dengan maksud kata khusus. Justru itu pendapat ini menyaratkan adanya kenikmatan.

Sedang menurut ulama lain, itu termasuk dalam kaidah kata umum dengan maksud umum juga. Justru itu adanya kenikmatan tidak menjadi syarat.

Ulama yang menjadikan adanya kenikmatan sebagai suatu syarat bertentangan dengan keumuman ayat. Hal ini juga diperjelas oleh Nabi saw. Yang menyatakan :

أَنَّ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَلْمَسُ عَائِشَةَ عِنْدَ سُجُوْدٍ بِيَدِهِ وَرُبَّمَا لَمَسَتْهُ

“Bahwa Nabi saw. Menyentuh Aisyah dengan tangan ketika beliau sujud, ada kemungkinan Aisyah juga menyentuh Nabi.”

Fuqaha yang cenderung kepada hadis ini juga mengemukakan hadis lain yang diriwayatkan dari Hubaib bin Abu Tsabit dari Urwah dari Aisyah dari Nabi saw :

أَنَّهُ قَبَّلَ بَعْضَ نِسَائِهِ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ وَلَمْ يَتَوَضَّأْ فَقُلْتُ مَنْ هِيَ إِلَّا أَنْتِ فَضَحِكَتْ

“Bahwa Nabi saw. Mencium salah seorang isteri beliau, lalu beliau keluar untuk salat tanpa wudhu lebih dahulu. Saya (Urwah) mengatakan, siapa isteri Nabi itu, jika bukan Anda? Maka Aisyah tertawa.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Menurut Abu Amr, hadis ini dinilai dha’if oleh ulama Hijaz dan dinilai sahih oleh ulama kufah. Terhadap penilaian sahih ini, Abu Amr bin Abdul Barr berkata bahwa hadis ini juga diriwayatkan dari sanad Ma’bad bin Natabah.

Dalam masalah ini, syafi’i memberi komentar, “jika hadis Ma’bad tentang mencium itu nyata dan sahih, maka saya pun berpendapat bahwa menyentuh wanita tidak membatalkan wudhu.

Ulama yang menyatakan bahwa menyentuh itu membatalkan wudhu mengemukakan argmentasi bahwa kata al lams hakikatnya berarti menyentuh dengan tangan, tetapi secara majaz dapat berarti bersetubuh (jimak). Jika suatu kata berada diantara arti hakikat dan majaz, maka kata itu sebaiknya dibawa ke arti hakikat, sehingga ada dalil atas kemajazannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s