Perihal : Gugatan Cerai
Jakarta, 27 September 2011
Kepada :
Yth. Ketua Pengadilan Agama Jakarta Timur
Di
Jakarta

Dengan Hormat,
Kami yang bertanda tangan di bawah ini Kurnia Sari, S.Hi. dan Trisna Surya, SH. Advokat pada kantor Advokat & Konsultan Hukum Kurnia Sari & Partners yang beralamat di Jalan Bangun Cipta Sarana Jakarta Utara, berdasarkan surat kuasa khusus tertanggal 24 September 2011, bertindak untuk dan atas nama :
Nama : Ambar Kusuma Sari binti Koesharmo
Umur : 37 tahun
Pekerjaan : Karyawati swasta
Alamat : Jalan Teluk Mandar kompleks No. 30 Kelurahan Rawa Bambu Kecamatan Pasar Minggu kota Jakarta selatan
Untuk selanjutnya dalam gugatan ini mohon disebut sebagai PENGGUGAT;

Dengan ini hendak mengajukan gugatan kepada :
Nama : Ir. Yan Bhayu Laksmonobin Drs. S. Karsono
Umur : 39 tahun
Pekerjaan : Karyawan swasta
Alamat : Jalan Raden Inten PT. Pancakarsa Putra Jaya No 98 Kelurahan Duren Sawit Kecamatan Duren Sawit Kota Jakarta Timur
untuk selanjutnya dalam gugatan ini mohon disebut sebagai TERGUGAT;

Adapun mengenai duduk perkaranya adalah sebagai berikut :
1. Bahwa Penggugat dan Tergugat telah melangsungkan perkawinan secara sah pada hari Sabtu tanggal 10 Juli 1999 atau 26 R.Awal 1420 H., di Kantor Urusan Agama (“KUA”) Kecamatan Pasar Minggu, Kotamadya Jakarta Selatan, Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, sebagaimana ternyata dalam Kutipan Akta Nikah No. 560/67/VII/1999

2. Bahwa dari perkawinan antara Pemohon dan Termohon selama ± 12 (dua belas) tahun, telah dikaruniai 3 (tiga) orang anak, yaitu:
a. Nandana Reswara Wicaksono, laki-laki, yang lahir pada tanggal 13 Juli 2000,
b. Janitra Dani Rasendriyo, laki-laki, yang lahir pada tanggal 19 Desember 2001,
c. Nayaka Prabaswara Waskito, laki-laki, yang lahir pada tanggal 5 Mei 2005

Bahwa adapun Kutipan Akta Kelahiran untuk anak-anak, Penggugat tidak mempunyai
karena semua Akta Kelahiran anak-anak tersebut dipegang oleh Tergugat.

3. Bahwa pada awal-awal perkawinan antara Penggugat dan Tergugat masih terjalin hubungan kasih dan sayang dalam mengarungi bahtera kehidupan rumah tangga dan Penggugat berharap dapat menempuh bahtera rumah tangga secara rukun dan damai serta harmonis bersama Tergugat sehinggga dapat terwujud rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warahmah

4. Bahwa namun demikian sejak bulan Oktober 2010 antara Penggugat dan Tergugat mulai sering terjadi perselisihan dan atau pertengkaran yang tajam, yang akhirnya pada puncaknya sekembalinya Penggugat dari dinas di Bali, Tergugat telah mengirimkan SMS kepada Penggugat dengan mengatakan “gak usah balik ke rumah, dan barang-barang Penggugat akan diantar di Alfa dekat rumah”, dan akhirnya dengan kondisi Penggugat tidak boleh pulang ke rumah lagi, Tergugat memberikan barang-barang sekedarnya milik Penggugat di Alfa Mart dekat rumah, tanpa memperbolehkan Penggugat pulang ke rumah lagi (bahwa atas kondisi ini Penggugat berani bersumpah di depan sidang pengadilan nantinya)

5. Bahwa walaupun demikian Penggugat telah mencoba dan berusaha melakukan berbagai cara untuk menyelamatkan perkawinan ini, dengan meminta Tergugat untuk bisa bersatu lagi sebagai keluarga yang utuh, bukan terpisah-pisah seperti saat ini, dimana Penggugat telah meminta berulang kali agar Tergugat menjemput Penggugat dirumah orang tua Penggugat, tetapi Tergugat selalu menolak.

6. Bahwa dengan kondisi tersebut di atas, akhirnya Penggugat pada tanggal 16 Mei 2011 telah mengajukan gugatan cerai terhadap Tergugat, sebagaimana telah terdaftar di Pengadilan Agama Jakarta Selatan dengan register No. 1171/ Pdt.G/2011/PA.JS, sesuai dengan domisili Penggugat terakhir yang berdomisli di Jakarta Selatan, dan sebagaimana diatur dalam Pasal 132 Kompilasi Hukum Islam yang berbunyi : “Gugatan perceraian diajukan oleh istri atau kuasanya pada Pengadilan Agama yang daerah hukumnya mewilayahi tempat tinggal Penggugat…”

7. Bahwa dalam persidangan pertama di Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada bulan Juli 2011, pada sidang tersebut akhirnya diperoleh informasi dari kuasa hukum Tergugat, bahwa Tergugat telah mengajukan permohonan cerai talak kepada Penggugat melalui Pengadilan Agama Jakarta Timur dan telah berkekuatan hukum tetap pula.

8. Bahwa sehingga Penggugat tahu adanya permohonan cerai talak yang telah diajukan oleh Tergugat, bukan berdasarkan Relass Panggilan dari Pengadilan Agama Jakarta Timur, tetapi dari pemberitahuan kuasa hukum Tergugat, pada sidang pertama di Pengadilan Agama Jakarta Selatan sekitar bulan Juli 2011.

9. Bahwa selanjutnya Penggugat mengecek langsung ke Pengadilan Agama Jakarta Timur, akhirnya Penggugat mendapatkan fakta, bahwa benar adanya Tergugat telah mengajukan permohonan cerai talak kepada Penggugat dengan No.0441/Pdt.G/2011/PA.JT yang telah diputus pada tanggal 16 Maret 2011, TANPA PERNAH PENGGUGAT MENGETAHUI ADANYA PERMOHONAN CERAI TALAK tersebut.

10. Bahwa setelah Penggugat pelajari lebih seksama isi dari permohonan cerai talak yang telah diajukan oleh Tergugat melalui Pengadilan Agama Jakarta Timur, Penggugat menemukan fakta sebagai berikut : Bahwa Tergugat dalam permohonan cerai talaknya tetap mencantumkan alamat Penggugat di alamat rumah lama yakni Jl. Teluk Bayur V B 3/3, RT.011, RW.017, Kelurahan Duret Sawit, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta timur.

11. Bahwa PADAHAL JELAS TERBUKTI DAN SANGAT TERGUGAT KETAHUI, KALAU PENGGUGAT SEJAK DESEMBER 2010 SUDAH TIDAK TINGGAL DI ALAMAT TERSEBUT LAGI.

12. Bahwa hal tersebut diperkuat sebagaimana dalil Tergugat pada Permohonan Cerai Talaknya yang telah jelas dan tegas mengakui bahwa sebenarnya Penggugat sudah tidak tinggal lagi di rumah bersama di Jl. Teluk Bayur V B 3/3, RT. 011, RW.017, Keluarahan Duret Sawit, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, sebagaimana dalil Tergugat pada butir 12 yang menyatakan ” Penggugat (Termohon) telah meninggalkan rumah bersama sejak tanggal 10 Desember 2010,” Bahwa dalil tersebut juga diperkuat dengan keterangan-keterangan saksi yang telah diajukan oleh Tergugat, yang juga menyatakan bahwa “Penggugat telah meninggalkan rumah bersama sudah hampir 6 bulan”.

13. Bahwa dimana sejak Penggugat di usir oleh Tergugat dari rumah sebagaimana Penggugat uraikan di atas, Tergugat sangat mengetahui sekali kalau Penggugat telah kembali ke rumah orang tua Penggugat di Teluk Mandar No. 30, Kompleks AL, Kelurahan Rawa Bambu, Kecamatan Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan, mengingat Penggugat tidak mempunyai tempat tinggal lain selain rumah yang selama ini ditempati bersama Tergugat dan anak-anak, dan sempat beberapa kali Tergugat menghubungi Penggugat di rumah orang tua Penggugat tersebut.

14. Bahwa karenanya TERBUKTI tempat tinggal Penggugat sejak Desember 2010 sampai dengan gugatan ini Penggugat ajukan adalah di Jl. Teluk Mandar No. 30, Kompleks AL, Kelurahan Rawa Bambu, Kecamatan Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan. Dan Tergugat sangat mengetahui itu.

15. Bahwa ironisnya walaupun Tergugat sudah tahu Penggugat sudah tidak tinggal di rumah bersama lagi, tetapi dalam Permohonan Cerai Talak yang telah diajukan oleh Tergugat tersebut, Tergugat tetap mencantumkan alamat dari domisili Penggugat tetap di alamat Jl. Teluk Bayur V B 3/3, RT.011, RW.017, Kelurahan Duret Sawit, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, dimana di alamat tersebut Penggugat sudah tidak tinggal lagi.

16. Bahwa sehingga jelas dan terbukti Tergugat dalam mengajukan permohonan cerai talaknya telah melanggar ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 129 Kompilasi Hukum Islam yang berbunyi :

Berdasarkan pasal 129 Kompilasi Hukum Islam, berbunyi : “Seorang suami yang akan menjatuhkan talak kepada istrinya mengajukan permohonan baik lisan maupun tertulis kepada Pengadilan Agama yang mewilayahi tempat tinggal istri…” Mengingat seharusnya Tergugat dalam mengajukan permohonan cerai talak tersebut bukan melalui Pengadilan Agama Jakarta Timur, melainkan melalui Pengadilan Agama Jakarta Selatan, tempat dimana domisili terakhir dari Penggugat.

17. Bahwa sehingga bagaimana mungkin Relass Panggilan Sidang yang telah dilayangkan oleh Pengadilan Agama Jakarta Timur, akan Penggugat terima, mengingat Penggugat sudah tidak bertempat tinggal di Jl. Teluk Bayur V B 3/3, RT. 011, RW.017, Kelurahan Duret Sawit, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur sejak Desember 2010 dan kondisi tersebut juga sangat diketahui oleh Tergugat.

18. Bahwa Penggugat yakin, kondisi tersebut yang memang diharapkan oleh Tergugat, dimana dengan Penggugat tidak pernah mengetahui adanya Relass Panggilan Sidang tersebut, Tergugat berharap akhirnya Tergugat bisa mulus dalam mengajukan permohonan cerai talaknya tanpa adanya perlawanan apapun dari Penggugat terutama dalam kaitan Tergugat untuk mendapatkan hak asuh anak-anak yang jelas-jelas semuanya masih di bawah umur (umur 11 tahun, 10 tahun dan 6 tahun).

19. Bahwa tujuan Tergugat tersebut akhirnya tercapai juga dimana akhirnya Majelis Hakim Pengadilan Agama Jakarta Timur pada tanggal 16 Maret 2011 dengan Putusan Perkara No. 0441/Pdt.G/2011/PA.JT (Bukti P-2) telah menjatuhkan putusan cerai talak Tergugat dengan isi putusan adalah sebagai berikut :

1. Menyatakan Termohon yang telah dipanggil secara resmi dan patut untuk menghadap di persidangan, tidak hadir
2. Mengabulkan permohonan pemohon dengan verstek
3. Memberi izin kepada Pemohon (Yan Bayu Laksmono Bin Sonnny Karsono) untuk menjatuhkan talak satu roj’ie terhadap Termohon (Ambar Kusuma Sari Binti Koesharmo) dihadapan sidang Pengadilan Agama Jakarta Timur setelah Putusan ini berkekuatan tetap
4. Menetapkan anak hasil perkawinan Pemohon dan Termohon yang bernama Nandana Reswara Wicaksono, umur 11 tahun, Janitra Dani Rasendriyo, umur 10 tahun dan Nayaka Prabaswara Waskito, umur 6 tahun berada dalam pengasuhan dan pemeliharaan Pemohon
5. Membebankan kepada Pemohon untuk membayar biaya perkara ini sebesar Rp.416.000,- (empat ratus enam belas ribu rupiah).

20. Bahwa mengingat adanya kebohongan yang telah dilakukan oleh Tergugat dalam mengajukan permohonan cerai talaknya, dengan tujuan untuk mendapatkan putusan Verstek tentunya sehingga semua permohonan Tergugat dapat dikabulkan oleh Majelis Hakim terutama terkait dengan hak pemeliharaan dan pengasuhan anak-anak yang jelas-jelas semuanya masih di bawah umur, karenanya Penggugat tidak akan diam untuk pastinya berjuang mempertahankan hak-hak Penggugat yang terbukti telah diambil seluruhnya oleh Tergugat, terutama terkait dengan hak pemeliharaan dan pengasuhan anak-anak yang jelas-jelas semuanya masih di bawah umur.

21. Bahwa dimana berdasarkan Pasal 105 Kompilasi Hukum Islam, jelas telah mengatur ketentuan yang berbunyi :

Dalam haI terjadi perceraian :
Pemeliharaan anak yang belum mumayyiz atau belum berumur 12 tahun adalah hak ibunya. Bahwa sehingga terbukti berdasarkan ketentuan Pasal 105 Kompilasi Hukum Islam di atas, merupakan haknya Penggugat sebagai ibu kandung anak-anak tersebut yang masih di bawah umur atau belum berumur 12 tahun untuk mendapatkan hak asuh atau pemeliharaan atas anak-anak Penggugat, yang terbukti masih berumur 11 tahun, 10 tahun dan 6 tahun.

22. Bahwa karenanya setelah melalui konsultasi panjang dan arahan dari pihak Pengadilan Agama Jakarta Timur, yang yakin dapat terjadinya keadaan tersebut dilatarbelakangi oleh kebohongan terkait dengan alamat domisili Penggugat yang sebenarnya, tujuannya tidak lain agar bisa tercapai Putusan Verstek oleh Tergugat, karenanya akhirnya Penggugat diarahkan untuk mengajukan gugatan kembali terhadap Tergugat, tetapi khsusus hanya untuk pemeliharaan dan hak asuh anak-anak beserta kewajiban Tergugat terkait anak-anak. Mengingat pada dasarnya Penggugat telah setuju untuk bercerai dengan Tergugat.

23. Bahwa didasarkan kondisi tersebut akhirnya Penggugat berketetapan hati untuk memperjuangkan hak Penggugat terhadap hak pemeliharaan atau hak pengasuhan anak-anak dengan kembali mengajukan gugatan ini yang intinya sebatas hanya untuk pemeliharaan dan hak asuh anak-anak beserta kewajiban Tergugat terkait anak-anak, sedangkan untuk masalah cerai, Penggugat pada dasarnya sudah setuju untuk bercerai dengan Tergugat.

24. Bahwa Penggugat akan terus memperjuangkan hak Penggugat terhadap anakanak Penggugat, mengingat terhitung sejak Penggugat di usir oleh Tergugat dari rumah bersama pada bulan Desember 2010 sampai dengan sekarang, Penggugat tidak dapat lagi bertemu dengan anak-anak Penggugat, karena selalu dihalangi oleh Tergugat.

25. Bahwa bahkan karena rasa rindu Penggugat kepada anak-anak yang tidak tertahan lagi, akhirnya pernah Penggugat pada tanggal 7 April 2011 mencoba untuk menemui anak-anak disekolahnya, tetapi sangat disayangkan, anak-anak bukannya merasa senang bertemu dengan ibunya, tetapi keadaan sebaliknya, anak-anak malah menjauh dengan ketakutan, dimana setelah Penggugat tanya baik-baik kepada anak-anak, ternyata anak-anak mengatakan tidak boleh dekatdekat apalagi berbicara dengan Penggugat, dimana Tergugat akan marah besar kepada anak-anak dan anak-anak akan diusir juga seperti Tergugat memperlakukan Penggugat.

26. Bahwa dengan kondisi tersebut di atas, akhirnya Penggugat semakin yakin untuk mengajukan gugatan pemeliharaan atau hak asuh terhadap anak-anak Penggugat, karena jika terlalu lama gugatan ini tidak Penggugat ajukan, anak-anak akan semakin lupa kepada Penggugat sebagai ibu kandungnya mengingat semua akses Penggugat untuk bertemu dengan anak-anak telah di tutup oleh Tergugat.

27. PERMOHONAN PUTUSAN PROVISI

1. Bahwa oleh karena Penggugat sejak diusir oleh Tergugat dari rumah bersama pada bulan Desember 2010 sampai dengan sekarang tidak dapat atau tidak diperbolehkan bertemu dengan anak-anak Penggugat, dengan Tergugat telah menutup semua akses untuk Penggugat dapat bertemu anak-anak walau disekolah anak-anak sekalipun, maka sesuai dengan pasal 180 (1) HIR, Penggugat memohon kepada Majelis Hakim untuk menjatuhkan putusan provisi berupa penyerahan anak-anak yang sampai saat ini masih dalam penguasaan Tergugat untuk diserahkan kepada Penggugat untuk dirawat, diasuh dan dipelihara oleh Penggugat selaku ibu kandung atas anak-anak tersebut, sementara perkara ini berjalan sampai mendapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (in kracht van gewijsde).
2. Bahwa oleh karena tuntutan Penggugat beralasan dan memiliki dasar-dasar hukum yang kuat maka mohon Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini menghukum Tergugat untuk membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp. 1.000.000,- (Satu juta rupiah) setiap harinya kepada Penggugat apabila Tergugat lalai melaksanakan isi putusan provisi, terhitung sejak putusan provisi tersebut dibacakan hingga dilaksanakannya isi putusan provisi tersebut.

28. Bahwa mengingat anak-anak yang bernama Nandana Reswara Wicaksono, Janitra Dani Rasendriyo dan Nayaka Prabaswara Waskito, masih di bawah umur karenanya demi kepentingan pertumbuhan serta perkembangan secara fisik maupun mental dari anak-anak tersebut, Penggugat mohon agar Majelis Hakim Pengadilan Agama Jakarta Timur berkenan menetapkan anak-anak tersebut berada dalam pengasuhan, perawatan dan pemeliharaan Penggugat selaku ibu kandungnya dan Tergugat sebagai ayah kandungnya berkewajiban untuk memberikan Nafkah Anak yang mana besarnya adalah sebesar Rp. 7.000.000- (tujuh juta rupiah) per bulan, sampai anak-anak dewasa.

Bahwa berdasarkan hal-hal yang telah Penggugat uraikan di atas, Penggugat mohon Pengadilan Agama Jakarta Timur berkenan untuk memeriksa, mengadili serta untuk selanjutnya memberi putusan sebagai berikut :

PRIMAIR :

1. Mengabulkan Gugatan Penggugat untuk seluruhnya
2. Membatalkan Putusan No. 0441/Pdt.G/2011/PA.JT terkait hanya mengenai putusan dalam hak pengasuhan dan pemeliharaan Anak-Anak
3. Menghukum Tergugat untuk menyerahkan Anak-anak (Nandana Reswara Wicaksono, Janitra Dani Rasendriyo dan Nayaka Prabaswara Waskito) yang sampai saat ini masih dalam penguasaan Tergugat untuk diserahkan kepada Penggugat untuk dirawat, diasuh dan dipelihara oleh Penggugat selaku ibu kandung atas anak-anak tersebut, sementara perkara ini berjalan sampai mendapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (in kracht van gewijsde)
4. Menghukum Tergugat untuk membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp.1.000.000,- (Satu juta rupiah) setiap harinya kepada Penggugat apabila Tergugat lalai melaksanakan isi putusan provisi, terhitung sejak putusan provisi tersebut dibacakan hingga dilaksanakannya isi putusan provisi tersebut.
5. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya nafkah anak-anak sebesar Rp. 7.000.000,- (tujuh juta rupiah) perbulan sampai anak-anak dewasa / berusia 21 tahun
6. Menghukum Tergugat untuk membiayai biaya kesehatan, pendidikan dan rekreasi anak-anak sampai anak-anak dewasa atau berumur 21 tahun
7. Menghukum Tergugat untuk membayar seluruh biaya perkara yang timbul menurut hukum.

SUBSIDAIR
Mengadili perkara ini dengan seadil-adilnya (ex acquo et bono).

Hormat Kami,
Kuasa Penggugat

Kurnia Sari, S.Hi.

Trisna Surya, SH.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s